Pengaruh Variasi Persentase Perekat Pada Briket Arang Tempurung Kelapa Dan Sekam Padi Terhadap Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran

  • Ali Achmadi Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe
  • Ongki Maulana Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe

Abstract

Briket adalah gumpalan atau batangan arang yang dikeraskan menggunakan perekat. Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti kayu. Alasan pembuatan briket ini ialah selain untuk mengurangi jumlah sampah juga untuk menghasilkan bahan bakar alternatif berupa briket.

Dalam penelitian ini briket dibuat dengan bantuan proses pirolisis pada suhu 400°C dan 550ºC selama 2 jam untuk menghasilkan bioarang. Setelah proses pirolisis selesai bioarang yang sudah jadi kemudian dicampur dengan berbagai variasi perbandingan perekat (5%, 10%, dan 15%) dari berat bioarang. Masing-masing perekat tersebut dicampur dengan bioarang sebanyak 40 gr sampai merata. Kemudian hasil pencampuran dicetak menggunakan mesin hydraulic press dengan kuat tekan 50 kg/cm2. Dilanjutkan dengan proses pengeringan di dalam oven dengan suhu 100 ºC selama 2 jam. Setelah briket bioarang jadi kemudian dilakukan analisa kualitas briket yaitu nilai kalor dan laju pembakaran.

Dari penelitian ini diperoleh briket nilai kalor tertinggi terdapat pada briket dengan perbandingan perekat 5% yaitu sebesar 6651,1780 kal/gram dan laju pembakarannya sebesar 0,0056 g/detik dan nilai kalor terendah terdapat pada briket dengan perbandingan perekat 15% yaitu 6362,9851 kal/gram dan laju pembakarannya sebesar 0,0056 g/detik.

Published
2023-06-09
How to Cite
Achmadi, A., & Maulana, O. (2023). Pengaruh Variasi Persentase Perekat Pada Briket Arang Tempurung Kelapa Dan Sekam Padi Terhadap Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran. JME (Jurnal Mekanika Dan Energi), 2(1), 6 - 11. https://doi.org/https://doi.org/10.51901/jme-sttr%20cepu.v2i1.309
Section
Articles