Analisis Skema Pertahanan Subsistem 70 kV Sebagai Antisipasi Pemadam Meluas Pada kawasan Industri Driyorejo
Abstract
PT PLN (Persero) sebagai penyedia energi listrik di Indonesia dituntut untuk mampu memberikan pelayanan terbaik bagi semua konsumen tegangan rendah sampai dengan tegangan tinggi. Pengoperasian sistem tenaga listrik bertujuan untuk menyediakan listrik sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kebutuhan konsumen baik reguler maupun industri selalu mengalami pertumbuhan yang harus diikuti dengan penambahan daya pembangkit atau kapasitas sistem penyaluran. Penambahan insfrastruktur baik pembangkit maupun kapasitas dari saluran transmisi yang tidak seimbang dengan pertumbuhan beban bisa menjadi batasan/bottleneck dalam sistem penyaluran tenaga listrik. Dalam sistem penyaluran tenaga listrik pasokan daya Subsistem berasal dari tegangan ekstra tinggi/ tegangan tinggi 500 kV,150 kV dan 70 kV yang disalurkan melalui Interbus Transformer (IBT) dan saluran – saluran transmisi (SUTT/SKTT/SKLT). Pada tahun 2021 PT PLN (Persero) menggulirkan Program Captive Power Acquisition atau akuisisi beban listrik di wilayah Jawa Timur khususnya di daerah Driyorejo. Driyorejo merupakan kawasan industri yang terletak di salah satu subsistem 70 kV Jawa Timur dengan jumlah beban eksisting sebesar +/- 40 megawatt (MW). Dengan adanya rencana tambahan beban dari program akuisisi dan pertumbuhan beban tahun 2023 serta potensi konsumen baru sehingga total beban IBT 150/70 kV Driyorejo menjadi 68 MW atau 78 % dari Inominalnya. Sehingga untuk tetap terjaganya keandalan serta kualitas pasokan listrik maka perlu dilakukan mitigasi yang cepat serta solusi paling tepat. Dengan dilakukannya Analisis simulasi menggunakan Software DIgSILENT dapat membuktikan kebenaran hukum arus kirchoff I serta dengan diimplementasikannya skema pertahanan /Defense Shceme dengan metode Over Load Shedding (OLS) pada IBT 150/70 kV Driyorejo PT PLN (Persero) akan mendapatkan Gain saving sebesar Rp. 95 juta / jam.







