Penerapan Teknologi Branching Scenario dalam Penguatan Kompetensi Emosional dan Ketangguhan Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusif
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi emosional dan ketangguhan (resilience) bagi Guru Pendamping Khusus (GPK) di sekolah inklusif melalui penerapan teknologi Branching Scenario yang terintegrasi dalam platform pembelajaran digital berbasis LMS Moodle. Tantangan emosional dan tekanan psikologis yang dihadapi GPK dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus memerlukan strategi pelatihan yang bersifat reflektif, interaktif, dan kontekstual.Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan workshop, sosialisasi, pelatihan langsung (hands-on training), dan kegiatan lanjutan berbasis refleksi. Materi pelatihan menggunakan konten digital H5P Branching Scenario yang dikembangkan secara mandiri di dalam LMS Moodle. Peserta kegiatan terdiri atas sembilan anggota Musyawarah Guru Pendamping Khusus (MGPK) Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan kuesioner skala Likert untuk menilai persepsi peningkatan kecerdasan emosional dan ketangguhan profesional setelah kegiatan.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan Branching Scenario memperoleh tingkat efektivitas 88%, menandakan bahwa metode ini sangat membantu peserta memahami dinamika emosional dan pengambilan keputusan dalam konteks sekolah inklusif. Peserta menunjukkan peningkatan nyata pada aspek self-awareness, self-regulation, empathic communication, serta strategi coping terhadap stres kerja. Kegiatan lanjutan memperkuat penerapan hasil pelatihan melalui forum refleksi dan berbagi praktik terbaik di lingkungan kerja masing-masing.Dengan demikian, penerapan teknologi Branching Scenario terbukti efektif sebagai media pelatihan reflektif berbasis digital yang mampu memperkuat kapasitas emosional, psikologis, dan profesional GPK. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala komunitas atau lintas daerah sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi guru di sekolah inklusif.







